Dari pengalaman kami Gas - Gas'an Motor Mabur ( G2M2 ) dan dari berbagai research ato dikata riset (ckckckck) motor khusunya Satria Fu ini ingin berbagi pengalaman tentang gigi rasio.
G2M2 - Salah satu produk aftermarket racing yang banyak beredar di pasaran adalah gigi rasio (gear ratio). Umumnya dimanfaatkan bagi motor-motor balap seperti road race atau drag bike. Tujuannya, untuk mendukung proses perpindahan gigi atau penyaluaran tenaga dari dapur pacu.
Nah, gear ratio atau gigi reduksi ini berada di dalam mesin atau di dalam crank case. Fungsinya sebagai penggerak gir depan, sehingga motor dapat berjalan dengan cepat atau lambat dan tergantung putaran gas. Arti sederhananya, gear ratio adalah suatu perpindahan gigi pada persneling.
Namun, pada perangkat ini jumlah matanya beragam. Ada yang dibuat rapat dan beda dari standarnya. “Bedanya jumlah mata girnya, cuma beda 1-3 mata (gerigi),” ujar Budi dari MCC.
Karena mata gir itu beda mata dari yang standarnya, maka perpindahan persneling jadi cepat karena tarikan bawah sampai atas nyambung terus alias gak bikin ngedrop. Sedangkan bahan yang digunakan pada gear ratio terbuat dari baja.
“Bahan materialnya, dibuat hampir sama dengan standarnya, baja campuran hardener,” ujar pemilik toko yang memberi garansi buat produknya. Nah, pemasangan alat ini harus hati-hati dan jangan sampe salah. Bisa-bisa jalannya mundur!
Untuk harian gimana tuh? “Gak masalah. Karena dibuat presisi dan tinggal pasang aja!” sahutnya seraya mengucap kalo bahan gir itu dengan kualitas tinggi dan pemakaian BBM gak bikin boros.
Gir rasio itu tergantung motor yang dipakai, mulai dari bebek, sport dan matik. Soal harga lumayan mahal, mulai Rp 1,3 juta sampai Rp 2,5 juta untuk bebek dan sport. Sedang buat skutik Rp 325-750 ribu.
NB : postingan sampe sini dulu soalnya mimin lagi sibuk ^^
0 comments:
Post a Comment